Indeks Artikel

10 Kisah Kecanduan Jaringan Sosial Media Yang Berakhir Tragis

Sabtu, April 19, 2014 09:00 WIB

10 Kisah Kecanduan Jaringan Sosial Media Yang Berakhir Tragis


Jaringan Sosial Media


10 Kisah Kecanduan Jaringan Sosial Media Yang Berakhir Tragis - Dengan kecanggihan teknologi dan kebutuhan internet yang meningkat ternyata juga membawa efek yang negatif. Ternyata memang benar adanya cerita kecanduan internet yang sampai menghilangkan nyawa seseorang.

Bahkan ada juga yang rela melepaskan pekerjaannya demi bermain twitter 24/7 selama tiga tahun. Beberapa dari mereka bahkan sampai bunuh diri karena dilarang memakai internet.Separah apa sih kondisi orang-orang yang kecanduan internet ini? Dilansir oleh oddee.com, berikut 10 Kisah Kecanduan Jaringan Sosial Media Yang Berakhir Tragis :


1. Bunuh Diri Karena Selfie

Seorang remaja pria di Inggris mencoba bunuh diri karena tidak puas dengan hasil selfie yang diambilnya. Danny Bowman menghabiskan 10 jam dalam sehari untuk selfie sebanyak 200 kali.

Karena merasa kecewa, pemuda ini hampir saja mengalami overdosis, untungnya Ibu pemuda berusia 19 tahun ini berhasil menyelamatkannya. Karena kasus Bowman yang ekstrim ini, para dokter jiwa mulai menganggap jika kecanduan selfie merupakan gangguan jiwa yang tergolong serius.


2. Neknomination

Neknomination merupakan sebuah trend di internet mengenai para pemuda merekam video dirinya minum alkohol dalam kapasitas yang banyak di tempat yang berbahaya.

Di akhir video mereka harus meneriakkan nama temannya untuk melakukan aksi yang sama. Jonny Byrne ditemukan mengambang di sebuah sungai setelah lompat dari jembatan saat melakukan neknomination dan Beberapa jam kemudian Ross Cummins ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya yang lalu meninggal di rumah sakit. Pria ini dilaporkan telah minum spirtus sebagai bagian dari Neknomination.


3. Gantung Diri

Seorang wanita berkebangsaan India gantung diri karena dianggap sebagai pecandu facebook oleh orang tuanya. Hal ini dikarenakan orang tuanya yang terganggu karena anaknya banyak melalaikan pekerjaan rumah karena facebook.

Setelah mendapat teguran dari orang tuanya, Goswami mengunci dirinya dalam kamar. Sayangnya, wanita ini ditemukan meninggal dengan gantung diri di kipas atap kamarnya.


4. Tertabrak Kereta

Pada bulan Maret lalu, seorang remaja wanita berusia 14 tahun tertabrak kereta karena berusaha mengambil HPnya yang jatuh di rel. Menurut sang Ibu, puterinya memang sedang duduk di rel bersama dengan pacarnya.

Karena ada kereta datang, mereka lompat dari rel, namun karena menyadari jika HPnya jatuh di rel, Jenna Betti kembali ke rel untuk mengambilnya. Sayangnya, puteri Darenale ini malah tertabrak oleh kereta tersebut.


5. Ballerina

Seorang remaja perempuan yang merupakan balerina ini memilih untuk bunuh diri karena tak boleh memiliki HP sendiri. Sang ibu khawatir tentang fantasinya di dunia maya, oleh karena itu tidak memberikan laptop dan HP pada puterinya.

Tallulah Wilson mengatakan pada ibunya jika melalui internet ada 18.000 orang yang menyayanginya. Hal ini karena depresi yang dirasakan akibat korban pembulian, kematian sang nenek dan perceraian orang tuanya.

Pada 12 Oktober 2012, remaja berusia 15 tahun tersebut pergi keluar rumah dan tanpa membawa perlengkapan baletnya, mengatakan pada sang ibu jika dia tidak membutuhkannya hari ini. Beberapa waktu kemudian, sang gadis ditemukan meninggal tertabrak kereta di stasiun St. Pancras.


6. Dipukul Karena Kecanduan Internet

Seorang remaja di China disinyalir meninggal setelah dipukuli di tempat rehabilitasi karena kecanduan internet. Deng Senshan meninggal kurang dari satu hari setelah di bawa ke pusat rehabilitasi.

Tao Ran, direktur pusat rehabilitasi kecanduan internet pertama di China mengungkapkan jika kematian memang mungkin saja terjadi. Hal tersebut dikarenakan sistem militer yang diterapkan di camp,Kecanduan Internet memang merupakan masalah besar di China, karena inilah banyak pusat rehabilitasi yang sampai diiklankan di TV. Klinik Tao ini telah merawat 5.000 pecandu internet sejak tahun 2004.


7. Jatuh Dari Jembatan

Seorang turis yang sedang berjalan-jalan di atas jembatan St Kilda dan jatuh ke air karena terlalu serius bermain dengan facebooknya. Untungnya ada seseorang yang melihatnya tercebur ke air yang super dingin tersebut dan langsung menghubungi polisi.

Bukan hanya tidak mengenal daerah sekitar, wanita ini juga tidak bisa berenang. Beruntung polisi bisa segera menyelamatkan dan membawanya ke rumah sakit. Hal uniknya adalah, dia sama sekali tidak melepas HPnya meski tercebur ke air super dingin dan tidak bisa berenang.


8. Sakit di Pergelangan Tangan

Seorang wanita harus berakhir di rumah sakit setelah kebanyakan mengirim pesan melalui Whattsup saat liburan Natal. Menurut The Lancet, wanita berusia 34 tahun yang sedang hamil 27 minggu ini dirawat karena nyeri hebat yang dirasakan di pergelangan tangan.

Wanita ini tidak punya sejarah trauma dan juga tidak melakukan olahraga berat sehari sebelumnya. Namun, pada libur hari Natal 2013, calon ibu ini menghabiskan waktu 6 jam untuk menggenggam HPnya dan mengirim pesan dengan jumlah yang super banyak.


9. Gara-Gara Twitter

Seorang pria yang merupakan editor di sebuah majalah pria ternama harus kehilangan keluarga dan pekerjaannya karena menjadi pecandu Twitter.

Karena melanggar peraturan social media di perusahaannya, pria ini diminta untuk menghapus akun Twitternya.Namun ternyata pria ini lebih memilih Twitternya dan dipecat dari perusahaan tempat dia bekerja.

Setelah itu dia juga bercerai dengan istrinya setelah menulis pesan di Twitter jika dia ingin sekali menembak istrinya."Dulu aku rela menerima tembakan demi istriku, tapi sekarang rasanya aku yang ingin menembaknya," inilah yang ditulisnya di akun Twitter.

10. Kedua Tangan di Operasi 
Seorang gadis usia sekolah harus dioperasi pada kedua pergelangan tangannya karena mengirim lebih dari 100 SMS tiap hari dari ponselnya.

Annie Levitz, 16 tahun, kehilangan sensor rasa di kedua tangannya dan tidak bisa digunakan untuk mengambil benda, dan harus menggunakan penyangga di pergelangannya serta membutuhkan injeksi serum pembunuh rasa sakit.

Dokter mengatakan bahwa dia menderita sindrom saluran carpal, di mana syaraf di pergelangan tangan menjadi terperangkap. Kondisi tersebut biasanya diasosiasikan dengan penggunaan keyboard komputer dengan frekuensi yang tinggi.

Annie yang berasal dari Chicago Amerika Serikat menolak bahwa dia telah menghentikan kebiasaan mengirim SMS-nya, tetapi hanya menurunkan menjadi 50 per hari. “Saya tahu itu tidak baik, tetapi saya mencoba menguranginya,” ujarnya.

Baca Juga : 10 Tanda Anda Kecanduan Sosial Media