banner here

Pengertian Drama beserta Jenis-Jenis dan Unsur Intrinsiknya

- July 05, 2017
advertise here

A. Pengertian Drama


Drama adalah sebuah karya sastra yang menggambarkan watak dan kehidupan manusia melalui akting dan dialog yang dipentaskan. Cerita dan kisah tersebut melibatkan konflik atau emosi yang memang secara khusus ditunjukkan untuk pertunjukan teater.

B. Jenis-Jenis Drama

Drama dapat dibedakan beberapa jenis berdasarkan bentuk dan isi ceritanya, yaitu sebagai berikut:
1). Drama Liris, yaitu drama yang berbentuk menyerupai puisi.
2). Drama Moralis, yaitu drama yang bentuknya bersifat keagamaan atau moral.
3). Drama Komedi, yaitu drama yang sifatnya menghibur.
4). Drama Misteri, yaitu drama yang sifatnya memberikan unsur tegang.
5). Drama Duka, yaitu drama yang menceritakan tentang kesedihan dan juga berakhir dengan kesedihan (sad ending).
6). Drama Absurd, yaitu drama yang semua ceritanya mengabaikan alur, penokohan, serta tematiknya.
7). Drama Rumah Tangga, yaitu drama yang menceritakan tentang kehidupan suatu rumah tangga.
8). Drama Tari, yaitu drama yang disandiwarakan dengan tarian dan musik.
9). Drama Duka Ria, yaitu drama yang menceritakan tentang kesedihan tetapi berakhir dengan kebahagiaan (happy ending).
10). Drama Domestik, yaitu drama yang menceritakan tentang kehidupan rakyat biasa.
11). Drama Satire, yaitu drama yang isinya berupa sindiran.
12). Drama Tendens, yaitu drama yang isinya tentang masalah sosial.

C. Unsur Intrinsik Drama

1). Tema
Yaitu inti atau ide pokok yang mendasari jalan cerita dalam drama. Contoh: Drama berjudul "Nasihat dari Sahabat", maka temanya adalah tentang Sosial atau Persahabatan.

2). Dialog
Dialog adalah percakapan dalam drama yang merupakan unsur terpenting dalam drama, dilakukan oleh dua orang atau lebih. Sangat dibutuhkan sekali orang yang memiliki kemampuan menghafal dialog untuk drama. Dialog dalam drama dibagi menjadi 4, yaitu:
a). Prolog, yaitu kata-kata pendahuluan dalam drama.
b). Epilog, yaitu kata-kata penutup dalam drama.
c). Monolog, yaitu percakapan yang dilakukan sendirian.

3). Watak atau Penokohan
Yaitu sifat-sifat dan karakteristik yang dimiliki oleh para pemeran drama. Watak/penokohan dibagi menjadi 3, yaitu:
a). Protagonis, tokoh utama yang biasanya berperilaku baik.
b). Antagonis, si penentang tokoh utama yang biasanya bersifat jahat.
c). Tritagonis, tokoh yang perannya hanya sebagai pembantu.

4). Plot/Alur
Yaitu sebuah urutan jalannya cerita. Struktur alur cerita dalam drama adalah sebagai berikut:
a). Tahap perkenalan, yaitu bagaimana awal perkenalan tokoh, menjelaskan tentang peristiwa yang akan terjadi.
b). Tahap konflik awal, yaitu mulai munculnya konflik atau masalah yang terjadi antara para tokoh.
c). Tahap komplikasi, yaitu konflik yang dimunculkan menjadi lebih serius dan menaik/menajam.
d). Tahap klimaks, yaitu konflik yang datang mencapai titik kulminasi atau mencapai puncak tegangnya.
e). Tahap antiklimaks, yaitu konflik yang tegang tadi mulai menurun dan mereda.
f). Tahap penyelesaian, yaitu tahap terakhir dalam drama yang menandakan drama sudah selesai dan konflik yang dialami tokoh sudah terselesaikan.
Advertisement advertise here
 
banner here