-->

Update

Tag Terpopuler

Candi Jawar Ombo, sebuah situs bersejarah berselimut misteri

29 Desember 2017 | 10:21 WIB Last Updated 2022-06-18T21:31:40Z

Candi Jawar Ombo, sebuah situs bersejarah berselimut misteri

BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya

Menelusuri bangunan candi Jawar Ombo, sebuah situs bersejarah yang penuh misteri di Pedukuhan Kaliputih.

Merdeka.com, Malang - Terletak jauh dari keramaian, berdiri sebuah situs Candi Jawar Ombo, pertama kali ditemukan penduduk setempat tahun 1983 dalam kondisi masih terpendam tanah. Hingga kini candi Jawar Ombo masih penuh dengan misteri lantaran belum banyak kajian sejarah yang terungkap darinya.

Sebagai sebuah peninggalan purbakala, bangunan candi jawar Ombo menyimpan nilai estetika yang tinggi. Candi yang menghadap ke arah Gunung Semeru ini, memiliki alas berbentuk bujur sangkar berukuran 6x6 meter dan tinggi 60 sentimeter. Lantai alas candi terdapat empat umpak batu yang lubang pada bagian tengah. Dilihat dari bentuknya, ini diperkirakan sebagai tempat berdirinya tiang kayu dengan atap rumbia atau ijuk.

BandarQ Domino 99 Domino QQ Poker Online Terbaik Dan Terpercaya

Kaki candi Jawar Ombo berupa pelipit setengah lingkaran dan segi empat. Sisi alas candi dihiasi dengan relief teratai, pilaster dan tapak dara. Sisi bangunan candi berhiaskan lima teratai, empat tapak dara dan sepuluh pilater yang ditempatkan berselang-seling. Pahatan sosok manusia pun ditemukan pada sisi bangunan ini. Relief yang dipahat terlihat seperti wayang, dan menyerupai gaya pahatan pada relief-relief candi Majapahit.

Pintu masuk candi terdapat arca batu yang memegang gada, yang diperkirakan sebagai Dwarapala. Mengingat, gada merupakan ciri paling khas dari arca Dwarapala.

Arca Dwarapala merupakan arca yang umumnya ada di setiap candi. Pasalnya, Dwarapala merupakan arca penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Syiwa dan Budha. Penamaan Dwarapala sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti pengawal pintu atau penjaga gerbang.

Candi Jawar Ombo berlokasi di Pedukuhan Kaliputih, desa Muliosari, kecamatan Ampel Gading, kabupaten Malang. Jika berangkat dari kota Malang, maka pengunjung harus menempuh jarak sekitar 32 kilometer.