Indeks Artikel

10 Tokoh Perempuan Hebat Dalam Litelatur

Sabtu, Juni 30, 2012 15:11 WIB
Kebanyakan karya sastra menampilkan penokohan yang sempurna atau seorang protagonis pada diri laki-laki. Tapi bukan berarti yang sedikit tidak dapat meninggalkan kesan yang lebih dari cerita mayoritas itu. Penokohan pahlawan dan sosok yang hebat pada seorang perempuan kadang dapat menjadi hal yang menarik. Sebagian diciptakan untuk sebuah kritik dan perlawanan dan sebagian lagi hanya ingin menunjukkan bahwa perempuan bukan sosok yang lemah dan sosok akan selalu meminta pertolongan. Jika Anda penggemar literatur dan penggemar sosok perempuan yang hebat, cobalah lihat artikel tokoh-tokoh perempuan hebat berikut ini:



1. Jane Eyre
Jane Eyre adalah tokoh utama dalam karya sastra yang ditulis oleh Charlotte Bronte berjudul Jane Eyre. Jane Eyre dibesarkan oleh seorang paman selepas ia ditinggalkan kedua orang tuanya yang meninggal dikarenakan penyakit tipus.  Digambarkan Jane Eyre sebagai perempuan yang mandiri, penuh dengan semangat dan karakter lainnya yang membuat Anda akan terpukau dengan pribadinya. Tak hanya pandai tapi ia pun kritis dan berjiwa petualang.
Diceritakan dari Jane Eyre yang berumur 10 tahun, tinggal bersama paman dan bibinya. Pamannya menyayangi Jane Eyre, tapi pada kenyataannya kematian yang memisahkan mereka. Jane Eyre mengawali hidupnya yang penuh kesengsaraan semenjak ia dirawat oleh bibinya, tidak sepenuhnya merawat, Jane Eyre malah disia-siakan hidupnya oleh bibinya sendiri. Kemudian ia dapat mengatasi dengan bersekolah di sekolah asrama yang bisa menjauhkan ia dari bibinya. Kemudian saat ia menjadi perempuan yang dewasa ia pun merasakan jatuh cinta, tidak sampai situ kebahagiaannya pun menemukan jalan yang tidak begitu mulus dan indah. Kemudian atas kehebatannya menghadapi semua tantangan dan lika-liku hidup, Jane Eyre mampu membuat dirinya meraih kebahagiaan yang ia dambakan. Kisah ini kemudian sukses dijadikan film.



2. Hermione Granger
Siapa tak kenal Hermione Grager? Ia dapat memukau setiap pembaca dan penyuka seri Harry Potter. Seorang perempuan yang belajar ilmu sihir dan sangat percaya diri dengan kepintarannya, lalu ditunjang juga dengan paras cantiknya, membuat semua orang mengaguminya.
 Tak hanya itu, meskipun mempunyai kepercayaan diri yang sangat tinggi, ia tidak membuat temannya segan kepadanya. Ia memiliki pertemanan yang ikatannya sangat kuat, sampai di akhir kisah ini. Dalam perjalanan kisah Harry Potter, dalam keadaan yang kritis Hermoine selalu datang menunjukkan keahliannya yang pada akhirnya kerap kali menyelematkan kedua sahabat baiknya, Harry dan Ron. Cantik, pintar dan setia, laki-laki mana yang di dunia ini tidak terpukau dengan hal ini. Kisah Harry Potter ini kemudian dijadikan film layar lebar dan sukses.



3. Perempuan dalam kisah The Wife of Bath
The Wife of Bath cerita yang ditulis oleh Geoffrey Chaucer dalam The Cantebury Tales. Ia adalah seorang perempuan yang didatangi oleh seorang ksatria setelah ia memperoleh hukuman dari sang ratu. Sang ksatria harus bertanya pada setiap perempuan tentang apa yang perempuan itu inginkan dari seorang pria. Jika ia menemukan jawaban yang tepat maka ia tidak akan diberi hukuman mati. Ia menemukan jawaban dari seorang perempuan yang lalu memberikan syarat atas jawabannya, yaitu menikahinya. Jawaban dari perempuan tersebut dapat diterima ratu. Kemudian ksatria tersebut menikah. Kecewa dengan paras perempuan tersebut, sang ksatria akhirnya merasa harus mengatakan ini. Lalu sang perempuan yang dinikahinya memberikan pilihan. Tetap melihatnya dengan paras yang sama tapi akan setia selalu padanya atau cantik dan lalu tidak setia. Ksatria memilih salah satu dari pilihan yang diberikan, dan perempuan berparas cantik tersebut meninggalkannya lalu menikah dengan pria lain.
Chaucer ingin membuat kisah ini sebagai perlawanan terhadap anti-feminis, memperlihatkan dominasi seorang perempuan dan bagaimana perempuan tersebut dapat membuat keputusan sendiri, tanpa membuat individunya hanya sebuah tubuh saja.




4. Katnis Everdeen
Katnis Everdeen diciptakan oleh Suzanne Collins dalam trilogi The Hunger Games sebagai perempuan yang memiliki pertahanan diri yang baik yang ia dapatkan dari ayahnya. Ia sempat menggantikan posisi kakak perempuannya dalam The Reaping Day, yaitu sebuat ritual yang mempertemukan pria dan wanita dalam satu arena pertempuran dimana salah satunya harus takluk baru dapat dikatakan sebagai pemenang. Tidak hanya satu atau dua orang yang bisa dilumpuhkan olehnya, bahkan 24 orang bisa ia lumpuhkan sampai tak bernyawa lagi, dan salah satunya adalah sebuah lawan yang memang diciptakan untuk membuatnya mati karena Katnis dianggap sebagai ancaman.
Katnis dikenal sebagai pemanah yang baik. Tak hanya itu, ia pintar dan memiliki keahlian dalam bidang medis dan mengenal berbagai macam racun serta penawarnya. Diceritakan juga bahawa ia memiliki suara yang sangat bagus sehingga burung sangat malu untuk berkicau di dekatnya. Tapi setelah kematian ayahnya, ia pun tak pernah terdengar melantunkan sebuah lagu. Setelah itu ia dikenal sebagai seorang ksatria wanita yang tangguh, kuat dan tak terkalahkan. Kisah ini sempat dijadikan film dan bahkan Katnis diabadikan sebagai ksatria perempuan dalam sebuah game.




5. Hester Prynne
Hester Prryne adalah tokoh pada The Scarlet Letter karangan Nathaniel Hawthrone. Hester Prryne merupakan tokoh perempuan pertama yang dijadikan tokoh utam dalam karya sastra dan sekaligus menjadi tokoh protagonis perempuan pertama dalam sejakar karya sastra Amerika.
Diceritakan bahwa Hester Prryne diasingkan oleh lingkungan Puritan karena memiliki anak di luar pernikahan. Setelah ditinggalkan oleh suaminya yang diduga terbunuh, ia kemudian mendatangi seorang pemuka agama untuk meminta ketenangan jiwa. Ia berada ke tempat tersebut sebagai pendatang, kebingungannya semakin timbul saat ia harus menghadapi kematiaan suaminya. Kemudian tersebutlah Arthur Dimmesdale, seorang pemuka agama yang dapat menenangkan jiwanya. Ketenangan jiwanya lalu kembali menghadapi gelombang emosi saat ia hamil dan diduga melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Sebagai hukumannya ia harus menghadapi hukuman emosional dari para masyarakat Puritan. Ia dapat menghadapinya sendiri dan bahkan berusaha untuk membuat rahasia ini bisa terbuka, dan membuat Arthur juga harus menanggung resikonya. Sangat pelik, tapi kegigihan Hester patut diberikan penghargaan, terlebih ia tinggal pada lingkungan Puritan.


6. Eowyn

Eowyn adalah putri dari Theodwyn yang mati terbunuh saat melawan Orcs. Eowyn berumur 7 tahun saat ia ditinggalkan ibu dan ayahnya. Ia mempunyai saudara perempuan bernama Eomer. Kisah ini adalah kisah dari trilogi The Lord of The Ring karya JR Tolkien,
Eowyn digambarkan sebagai perempuan yang berani dan tokohnya di sini termasuk pada tokoh protagonis. Bagaimaa ia bisa masuk ke dalam kategori perempuan hebat, mungkin ini salah satunya. Eowyn mampu mengakhiri hidup seorang yang kuat yaitu Witch-King of Angmar. Untuk menarik perhatian dari pujaan hatinya, Aragorn, yang lalu menolak cintanya dan menghakimi bahea Eowyn tidak dapat ikut berperang karena dia seorang wanita, Ia lalu melakukan penyamaran dan bergabung dengan Riders of Rohan dengan nama samaran Dernhelm.




7. Lyra Silvertongue

Lyra Silvertongue adalah tokoh dalam kisah His Dark Materials karya Philip Pullman. Lyra dideskripsikan sebagai gadis 12 tahun yang bisa membaca alethoimeter. Alethoimeter adalah semacam kompas dengan 4 buah jarum yang dapat memprediksikan kebenaran dari masa lampau dan masa yang akan datang.
Kasus perjalanan Lyra dengan beberapa temannya dalam kisah ini membuatnya tersadar bahwa perannya sangatlah penting untuk memecahlan misteri melalui pembacaan alethiometer. Bahkan perjalanan misterinya ini membuatnya menemukan jati dirinya dan kisah lalunya, yaitu fakta bahwa orang tua aslinya merupakan tokoh antagonis yang berperan dalam kekacauan pada kisah ini yang bersetting di Kutub Utara.




8. Janie Crawford

Tokoh Janie Crawford dapat dijumpai dalam novel Their Eyes Were The Watching God karya Zora Neale Hurston yang bersetting di Florida Selatan. Menceritakan tentang kehidupan seorang Janie Crawford menemukan apa yang disebut kenyamanan dan keamanan untuk jati dirinya.
Janie hidup dengan sejarah keluarga yang tidak mengenal seorang figur suami atau ayah. Neneknya seorang budak yang diperkosa oleh tuannya, sedangkan ibunya Jenie adalah korban pemerkosaan. Nenek Jenie sangat menjaga Jenie setelah anaknya (ibu Jenie) meninggalkan Jenie. Saat Jenie ditemukan sedang berciuman dengan seorang laki-laki, neneknya langsung mengawinkan Jenie dengan seorang petani yang umurnya jauh lenie, untuk sebuah keamanan dan membayar semua ketakutannya. Setelah itu Jenie menemukan hidupnya tidak menarik, karena ia hidup dalam bayang-bayang ketakutan neneknya tanpa membayar keinginan Jenie yang sesungguhnya, untuk itu Jenie kabur dan memilih untuk mencari apa yang ingin ia punya sendiri tanpa hidup dengan ketakutan tersebut. Kebahagian dan keindahan tidak instan ia dapat, ia harus melalui banyak keterpurukan, tapi kemudian ia dapat melalui itu semua.




9. Hua Mulan

Hua Mulan adalah tokoh dari The Ballad of Mulan, sebuah cerita asal China yang menceritakan penyamaran seorang perempuan yang ikut berperang, sebagai lelaki. Kisah balada asal China ini lalu banyak diadaptasi menjadi sebuah film. Kisah perang yang lalu dibumbui kisah cinta.
Sejak umur 17 tahun Mulan telah menguasai beberapa bela diri, ayahnya yang mengajarkannya. Saat perang di China mengharuskan laki-laki untuk berperang, Mulan tidak rela untuk membiarkan ayahnya ikut berperang. Sebagai gantinya ia lalu menyamar menjadi seorang anak laki-laki dari keluarganya, agar ayahnya tidak perlu pergi ke medan perang. Ia menang dalam perang itu dan selamat lalu pulang dan melanjutkan hidupnya sebagai Mulan, anak perempuan dan kebanggaan orang tuanya.




10. Lisbeth Salander

Lisbeth Salander adalah tokoh dalam cerita The Girl with Dragon Tattoo karya Stieg Larsson. Dikisahkan Lisbeth Salander berprofesi sebagai seorang hacker dan ahli dalam photographic memory dan dalam penyamaran. Ia memiliki tato bergambar naga pada bahunya. Sebagai ahli penyamaran, tato ini cukup berperan penting dalam menguak keberadaannya.
Mempunyai sejarah kekerasan pada masa kecilnya, menyebabkan ia sangatlah keji pada seseotang yang menyakiti wanita. Ia lalu membantu investigasi seorang kawannya, yang kemudian menjadi kekasihnya, untuk menemukan saudara wanitanya, Harriet, yang menghilang. Dengan keahlian hackingnya ia lalu mencoba memecahkan misteri menghilangnya Harriet. Lisbeth digambarkan sebagai perempuan yang bertangan dingin dan benci kekerasan terhadap wanita, lalu keahliannya yang membuatnya tergambarkan sebagai sosok perempuan yang hebat di masa teknologi yang maju.