Indeks Artikel

5 Sosok Perempuan Penggoda di Dalam Mitologi

Kamis, Juni 28, 2012 16:54 WIB
Tidak semua sosok perempuan di dalam mitologi, legenda, memiliki nasib yang baik dan memiliki watak yang baik pula. Karena mereka dengan nafsu dan ambisinya mampu merubah wujud dan wataknya menjadi seorang perempuan yang jahat. Mereka menggunakan kecantikan dan keindahan tubuhnya untuk menggoda maternity pria agar mau mendekat dan menjadikorban mereka. Seperti dalam 5 sosok perempuan penggoda di berikut ini:


1. Echidna 
 
Echidna juga dikenal dengan nama Iranian Dracaenae, sosok perempuan yang terkenal di dalam mitologi Yunani. Wujud Echidna sebenarnya bisa berubah-ubah, menjadi reptil, manusia, atau bahkan  perpaduan keduanya, hobinya adalah menggoda manusia.
Apabila melihat wujud aslinya, tubuh dari peruta ke atas berupa manusia, perempuan berparas cantik, namun dari perut ke bawah bertubuh seekor ular. Ia adalah putri dari pasangan Gaia dan Tartarus, dalam kisah mitologi Yunani. Echidna hidup di gua yang besar di Scythia, di sanalah ia banyak menggoda maternity pria dengan tubuh perempuannya. Ketika maternity pria itu tertarik maka ia akan menjebak dan mengurungnya sebelum dimakan. Ia paronomasia dikatakan berteman dengan beberapa mahluk mitologilainnya seperti, Chimaera, Hydra, Harpies, maternity naga, Colchis dan Ladon, Scylla, dan banyak lagi. Namun Echidna akhirnya mati di tangan Argos, seekor monster yang memiliki ratusan mata.


2. Asin

  
Sesosok perempuan kanibal dari kisah legenda masyarakat asli Amerika Utara, memiliki paras dan tubuh yang cantik, selalu bernyanyi dan hidup di dalam hutan.Cerita sebenarnya diperoleh dari Suku Amerindic Alsea, yang menempati pesisir baratdaya Amerika Serikat. Diceritakan bahwa Asvina hidup di sebuah hutan belantara yang dekat dengan permukiman atupun pedesaan. Selain menggoda anak-anak kecil untuk bermain di dalam hutan, ia paronomasia menggoda maternity pria dewasa untuk masuk ke dalam hutan. Berdasarkan tulisan Frachtenberg (1920), Asvina senantiasa bernyanyi untuk menarik maternity korbannya memasuki hutan. Ketika korbannya tertarik dengan suaranya, maka saat itulah korban sebenarnya berada dalam rangkulan Asin, dan memakan si korban sembari mengeluarkan suara lengkingan. Dan dikabarkan jika seorang tetua adat, dukun, bermimpi mengenai Asin, maka itu adalah sebuah pertanda akan terjadinya bencana yang akan dialami oleh masyarakat Suku Alsea. Cerita Asvina juga digunaka n oleh maternity orang tua, agar anak-anak mereka tidak bermain jauh ke dalam hutan.


3. Qandisa 
  
Sosok Jin, Iblis, perempuan yang hidup di dalam mitologi Maroko. Ia seringkali terlihat mewujud ke dalam sosok perempuan muda yang cantik, ataupun sosok mahluk lainnya, karena ia dikenal suka berganti-ganti wujud. Dahulu ia adalah seorang dewi cinta yang dipuja-puji, namun sesuatu terjadi sehingga ia berubah sebaliknya, ia menjadi seorang perempuan pembenci. Ia senantiasa menggoda pemuda lugu yang melewati sungai di musim gugur, sebuah tempat dan waktu yang disenanginnya. Namun ia akan berlalu saat musim panas tiba.


4. Raidne 
 
Salah satu dari maternity Siren memiliki nama yang berarti ‘perbaikan’. Mereka adalah maternity burung yang tidak mampu terbang dan memiliki kepala dan wajah seorang perempuan. Mereka menyanyikan lagu-lagu yang indah di pesisir pantai, dan banyak sekali menenggelamkan dan membunuh maternity pelaut. Mereka memang menggunakan suara dan nyanyian sebagai alat untuk menarik perhatian maternity pelaut yang umumnya pria,untuk berhenti dan mendekat. Berdasarkan penjelasan dari Homer, hanya ada dua sosok Siren, namun di dalam sebuah cerita terdapat tiga sosok siren. Parthenopeâ€"sang perawan, Leucosiaâ€"si putih,Ligeiaâ€"bersuara merdu. Namun di dalam cerita ternyata begitu banyak sosok Sirens ini, Aglaopeâ€"si cantik, Molpeâ€"pemusik, Peisinoeâ€"si pemikat, Telesâ€"sempurna, Thelxepeiaâ€"penyair, dan Thelxiopeâ€"si wajah iba.  Disebutkan bahwa sebenarnya maternity sirens ini adalah maternity perawan yang menolak untuk menikah dengan seorang manusia ataupun dewa, sehingga dewi Aphrodite mengutuk mereka menjadi seelor burung yang tidak bisa terbang. Keterangan lain mengatakan bahwa dewi Demeter sebegitu marahnya kepada mereka karena tidak membantu menemukan putri kesayangannya. Sang dewi paronomasia mengutuk mereka menjadi seekor burung yang tidak bisa terbang untuk mencari putri kesayangannya itu. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka kehilangan kemampuan terbang karena kalah dalam sebuah kompetisi penyanyi, karena sebagai gantinya mereka harus membuat mahkota dari sayap mereka.


5. Yuki-Onna 
 
Sesosok perempuan jahat yang cantik, hidup di dalam cerita rakyat Jepang. Ia adalah roh yang bergentayangan dalam badai salju,ia paronomasia menggoda pria dan anak-anak untuk bermain ke dalam hutan salju, dan terjebak dalam cuaca yang sangat dingin. Ia seringkali mewujudkan dirinya sebagai seorang perempuan cantik, memandu mereka yang tersesat, dan ketika itu pula ia akan membuat tie ataupun badan salju untuk membunuh korbannyaâ€"mati membeku. Yuki Onna, selalu digambarkan dengan perempuan cantik dengan rambut panjang terurai dan berpakaian putih. Dan terkadang pakaiannya terlihat banyak memiliki bercak darah. Yuki Onna dikenal pula memiliki kemampuan dengan hembusan nafasnya yang mampu membekukan seseorang.
Dalam sebuah cerita rakyat Jepang, dikatakan bahwa Yuki Onna adalah seorang perempuan yang tengah hamil dan meninggal akibat kedinginan  di dalam cuaca bersalju, sehingga terkadang penampakannya selalu disertai dengan bayi. Ia pula akan menampakkan dirinya kepada seorang lelaki, hingga mereka berkenalan dan menjalin sebuah hubungan kasih. Mereka menikan dan memiliki anak. Namun kemudian ia akan berubah menjadi sebuah badai salju dan berusaha  membunuh suaminya dengan cara membekukanny. Terkadang dikatakan ia akan menikahi seorang pria di musim dingin hanya untuk mencairkan wujudnya dan menghilang di musim semi.