-->

Update

Tag Terpopuler

Kenapa Kita Takut Sama Hantu ?

16 Juli 2014 | 02:47 WIB Last Updated 2017-12-28T20:40:43Z

Hantu
Mungkin  banyak diantara kita yang merasa "Takut" dengan objek yang bernama HANTU. Hantu sebenarnya adalah kata yang sering dikonotasikan dengan sesuatu objek mistis yang berada diluar kekuatan manusia dan sangat seram dan mengerikan bentuknya. Mainset berfikir seperti inilah yang sebenarnya melemahkan manusia secara mentalitas dan akhirnya pola fikir seperti ini mendarah daging hingga ke anak cucu mereka. Seolah-olah hantu itu menjadi obyek yang patut ditakuti.

Hantu secara umum merujuk kepada roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat. Meskipun secara umum hantu merujuk pada suatu zat yang mengganggu kehidupan duniawi, dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat. Sebutan setan, iblis, genderuwo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya. Tetapi di dalam kebanyakan agama, meminta hantu untuk membantu manusia adalah dilarang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Hantu)

Ketika mendengar kata “hantu” apa yang pertama kali ada di bayangan anda? Mengerikan? Menakutkan? Jahat? Seram? Berwajah tidak karuan? Psikopat? Sadis? Tidak berperasaan? Itulah sebabnya hantu sangat ditakuti.

Tetapi dari mana kita tau sosok hantu seperti itu? Menurut analisa saya, ada beberapa penyebab manusia takut terhadap hantu :

1. Pendoktrinan Sejak Kecil

Takut Hantu

 

Jika anak sedang rewel dan susah diatur. Sebagian besar orangtua menakuti anaknya dengan kata “HANTU” agar anak menjadi penurut. Misalnya ada anak yang nakal, secara spontan orangtua mengatakan “kamu kalau nakal terus, nanti dimakan hantu!” dengan nada tinggi dan mata melotot. Memberi gambaran kepada si anak Seakan-akan hantu itu “seperti yang sedang mama lakukan ini” Sehingga si anak ketakutan dan langsung diam.

2. Kepercayaan Turun Temurun

 

Rasa takut terhadap hantu itu warisan . turun temurun dari nenek moyang. Didukung dengan mitos yang berkembang dimasyarakat salah satunya mitos hantu “wewe gombel” yang akan menculik anak anak yang berkeliaran diluar rumah lebih dari pukul 6 sore atau selepas magrib . Tujuan dari cerita ini sebenarnya untuk mencegah anak anak bermain terlalu sore agar segera pulang  ke rumah. Ataupun mitos tentang Tuyul yang akan mencuri uang-uang orang kaya.

3. Film Horor


Film berperan penting terhadap perkembangan otak. Salah satunya film horor yang memberi sugesti kepada penonton. Agar takut terhadap hantu. dengan latar dan audio yang menegangkan serta menampilkan sosok hantu dengan wajah memerah berlumuran darah, gigi taring yang panjang dan rambut yang terurai panjang. Setting diatur sedemikian rupa agar memberi sensasi mencekam bagi para penonton. Untuk apa merekan melakukan itu? yah jelas. untuk menarik perhatian dan mendapat keuntungan banyak.

Sebagai umat islam, dan sesuai yang diajarkan agama islam, saya mempercayai adanya makhluk-makhluk ghaib yaitu malaikat,jin,dll Tetapi jika ditanya percaya atau tidak tentang adanya Pocong, Kuntilanak, Genderuwo, Tuyul, dll. Hmmmm...

Wallahu a’lam