Indeks Artikel

5 Tradisi Dewasa Ini Dianggap Paling ‘Jorok’ Oleh Masyarakat Dunia

Jumat, April 28, 2017 01:26 WIB
Meski tradisi seksual yang jorok, tapi tetap dijunjung tinggi

Dunia memang memiliki banyak sekali tradisi yang dilestarikan oleh masing-masing warganya. Budaya yang paling marak mungkin adalah dari segi seksual, mengingat aktivitas tersebut memang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Mungkin kamu sudah sering mendengar budaya seksual yang sangat tak lazim dari penjuru dunia.


Ada juga lho daerah yang menerapkan tradisi seks yang sangat jorok. Iya, jorok dalam arti yang sebenarnya! Mulai dari bercinta dalam lumpur, sampai makan apel dari ketiak, berikut ini adalah budaya seksual paling jorok yang ada di dunia.

Sautthe Nder, Nigeria

Merupakan budaya yang dilakukan setiap dua tahun sekali di kota Abuja, Nigeria. Tradisi tersebut dilaksanakan oleh sepasang suami istri yang akan melakukan hubungan intim di dalam genangan lumpur yang sangat keruh. Nggak peduli banyak kuman, bakteri, atau cacing tanah yang berpotensi bikin tubuh mereka gatel-gatel.

Yang penting masyarakat percaya bahwa tradisi tersebut bisa bikin pasangan cepat dapat momongan. Nggak cuma itu, orang Nigeria juga percaya kalau bercinta dalam genangan air bisa bikin kualitas sperma makin baik.

Budaya Unagi, Jepang

Beralih ke Jepang, negara yang dikenal memiliki banyak budaya unik ini juga memiliki tradisi seks yang sangat nggak lazim, yaitu Unagi. Tradisi tersebut diawali dengan memasukkan binatang licin berlendir, yaitu belut ke dalam organ intim wanita.

Belut yang masih hidup tersebut dibiarkan bergoyang-goyang di dalam vagina hingga menimbulkan sensasi luar biasa. Rupanya, budaya ini sudah ada sejak 200 tahun lalu. Konon, meskipun belut merupakan binatang berlendir dan licin, namun memiliki energi positif yang mampu merapatkan vagina dan juga menghilangkan bau tak sedap.

Suku Sambians minum air mani, Papua

Indonesia juga masih budaya seksual yang ekstrim, yaitu suku Sambians dari Papua. Proses tradisi tersebut berawal dari pemisahan anak laki-laki dan perempuan sejak umur tujuh tahun. Para anak laki-laki akan tinggal bersama dengan sesama laki-laki selama 10 tahun.

Selama itu, mereka akan dijauhkan dari seluruh sifat perempuan. Mereka juga harus minum air mani dari para tetua yang dipercaya akan mempertahankan pertumbuhan dan kekuatan hingga akhirnya kembali pada suku. Menjijikkan memang, namun tradisi tersebut memang dilaksanakan turun temurun sejak dulu.

Saut d’Eau ritual Voodoo dan cinta, Haiti

Bulan Juli merupakan momen di mana air terjun Saut d’Eau dipenuhi dengan pemandangan cabul. Di sana akan ada beberapa orang tanpa busana bergeliat-geliat dalam lumpur yang sudah dicampur dengan darah hewan kurban seperti kepala sapi dan juga kambing.

Ritual tersebut merupakan pemujaan untuk dewi cinta, sebelum mereka bercinta. Meski terkesan jorok, namun masyarakat di sana sangat menjunjung tinggi budaya tersebut. Masyarakat percaya jika pasangan yang tidak melakukan tradisi tersebut akan terkena sial.

Makan apel dari ketiak, Australia

Peribahasa yang mengatakan kalau cinta membuat tahi ayam rasa coklat, itu memang benar sekali. Suku di Australia juga membuktikan hal tersebut, di mana para pria bakal makan buah apel pemberian gadis yang memilihnya dalam ritual cari jodoh.

Namun, buah yang diberikan tersebut bukanlah apel biasa. Apel tersebut sebelumnya sudah diketekin, alias ditaruh di ketiak. Mungkin kamu bisa bayangin, betapa asemnya apel tersebut. Dari sinilah kadar cinta seorang pria akan diuji. Jika si pria menyukai gadis yang memberinya apel, pastilah dia bersedia makan buah tersebut tanpa merasa jijik.
Terlepas dari jorok atau tidaknya, namun yang namanya tradisi kadang memang tidak punya pilihan selain untuk dikerjakan. Namun ada benarnya juga sih kalau tradisi kadang harus mengalah demi hidup yang lebih baik. Misalnya bercinta dalam lumpur, itu sepertinya jauh dari higienitas yang mana akan membuat si pelakunya mengalami masalah-masalah kesehatan. Domino QQ